MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima Merupakan Rumah Sakit Rujukan Utama Diwilayah Bima dan Sekitarnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya.

Bima Metro NTB

 Sebagai institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD Bima memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, merata, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Dengan status sebagai rumah sakit  yang sudah setara dengan Rumah Sakit lain Se Nusa Tenggara Barat (NTB) insyaallah dalam waktu dekat menuju tipe yg diharapkan  , RSUD Bima terus berkembang dalam aspek pelayanan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan teknologi medis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang profesional dan terpercaya.


Kami melayani berbagai jenis layanan medis, mulai dari layanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, bedah, ICU, hingga layanan penunjang diagnostik dan laboratorium. Didukung oleh tenaga medis dan non-medis yang kompeten dan berdedikasi tinggi, kami hadir sebagai mitra kesehatan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan pasien.

Lebih dari sekadar tempat berobat, RSUD Bima berupaya menjadi ruang harapan bagi masyarakat. Setiap pasien adalah tanggung jawab kami, dan setiap keluarga yang datang kami sambut dengan empati dan kepedulian.

Disamping kebutuhan akan pelayanan  kesehatan  yg profesional  dan baik adalah merupakan tuntutan  kebutuhan rakyat, Bima dan sekitarnya.
Dalam pelayanan dan penanganan  penyakit masyarakat oleh paramedis ada hal hal yg perlu dijaga dan diperhatikan oleh padien dan keluarga pasien, yakni kenyamanan baik para medis maupun pasien, dijaga bersama, Ungkap Edi Keluarga pasien 


Srikandi Monggonao Kota Bima Ikut Memeriahkan Rimpu Mantika."

 Kota Bima  Metro NTB
Sejak Tahun 2024 silam, perempuan Monggonao Kecamatan Mpunda Kota Bima, hingga sekarang  ikut berpatisipasi memeriah pawai rimpumantika.
Kalau dilihat dari hitorisnya bahwa rimpu bagi kaum wanita Bima itu adalah  budaya religius  yg ditanamkan oleh orang tua terhadap ana anak perempuan yg akan keluar rumah  wajib menutup kepala menggunakan sarung atau kain tenun khas bima  tempo dulu sebelum ada sarung nggoli, sebagai bentuk muslimah menutup aura wanita menggunakan sarung tenun  Kafa Nae , Demikian penjelasan Nau Monggonao yg didampingi oleh Srikandi Atik  Suhani  usai lepas lelah  dari pawai rimpumantika tersebut.
Menurut  Ibu Nau, bahwa Rimpumantikan ini, sangat positif, dan cocok untuk dipertahankan oleh pimpinan daerah bima. Karena dijaman dulu, budaya malu bagi wanita untuk menutup kepala wajib bagi muslimah juga sebagai budaya malu tidak  menutup kepala dan satu satunya diNusantara  ada didana mbojo ( Tanah Bima).kata Nauuu.
Kami Ibu Ibu sekalipun tidak ikut, tapi bangga dengan Walikota  yg tetap mengagendakan kegiatan religius ini.
Sementara Kemeriahan Festival Rimpu Mantika 2026 yang diselenggarakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4/2026).Metro NTB net Festival Rimpu Mantika yang diselenggarakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4/2026) sukses menyita perhatian masyarakat. Hal ini terlihat dari membeludaknya jumlah peserta yang ikut memeriahkan rangkaian pawai rimpu. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Rimpu Mantika 2026, pawai diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pegawai pemerintahan, TNI-Polri, BUMN hingga masyarakat umum yang mengenakan busana adat. Mengusung tema “Preserving Culture and History”, festival itu diadakan dengan harapan tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga sebagai investasi masa depan. “Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan investasi masa depan dan mesin ekonomi rakyat,” tutur Walikota Bima A Rahman dalam Selasa (28/4/2026). Rahman pun menyampaikan bahwa masyarakat Kota Bima patut berbangga karena Festival Rimpu Mantika berhasil kembali terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Oleh karena itu, momentum tersebut dinilai harus dimanfaatkan sebagai panggung identitas, ruang ekspresi, serta mesin penggerak perekonomian masyarakat Kota Bima. “Rimpu sebagai warisan budaya perempuan Bima menjadi simbol peradaban, kehormatan, dan jati diri yang harus terus dijaga,” ungkapnya. Senada, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti juga turut mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dalam menyelenggarakan event Festival Rimpu Mantika 2026. Menurutnya, festival itu tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada masyarakat. Indah pun berharap, Festival Rimpu Mantika dapat terus dikembangkan sebagai pusat penguatan budaya dan ekonomi kreatif serta menjadi identitas kebanggaan masyarakat Kota Bima di panggung global. “Festival ini harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai kebanggaan daerah sekaligus daya tarik wisata,” ujarnya. Dukung Bima jadi kota kreatif Capaian Festival Rimpu Mantika 2026 juga direspons baik oleh perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Abdul Malik. Ia mengaku bangga menyaksikan kemeriahan festival tersebut yang terbukti berhasil menarik partisipasi masyarakat, khususnya di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Menurutnya, kekayaan tradisi dan budaya yang dimiliki Kota Bima bisa memberi peluang yang cukup besar bagi wilayah ini untuk ditetapkan sebagai salah satu kota kreatif berbasis budaya di Indonesia. Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah agar membangun kolaborasi lintas sektor demi memastikan festival tetap dilaksanakan sebagai agenda tahunan. “Tingkatkan kualitas festival ini dengan berkolaborasi dengan seluruh lintas sektor dan elemen,” harapnya. Ke depan, festival budaya ini diharapkan tidak sekedar menjadi hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi yang dapat menarik minat kunjungan wisata ke Bima. “Harus dijadikan daya tarik untuk menarik kunjungan wisatawan serta berdampak positif bagi pemerintah, jasa perhotelan hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Ekraf,” ucap Malik. Optimistis masuk KEN 2027 Melihat tingginya antusiasme warga, Ketua Panitia Festival Rimpu Mantika Firdaus optimis kegiatan tersebut akan kembali terpilih sebagai salah satu agenda KEN Kemenpar di 2027. Pasalnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian dari upaya daerah dalam melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki, tetapi juga terbukti mampu mendongkrak ekonomi masyarakat lokal. “Selain menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal, Festival Rimpu Mantika juga mampu mendongkrak ekonomi kreatif,” ungkapnya. Selama empat hari pagelaran Festival Rimpu Mantika 2026, lanjutnya, ada banyak rangkaian kegiatan yang digelar, mulai dari atraksi budaya, pawai rimpu, fashion show, hingga bazar bagi pelaku UMKM. “Sejak masuk KEN Kemenpar, festival ini sudah tiga kali dilaksanakan di Kota Bima, dimulai tahun 2024, 2025, 
Hanya Fokus Jadi Pengawas dan Pembina," Mantan Kepala BPP  Tidak Niat Intervensi, Tugas Yg Bukan Kewenanganya."

Hanya Fokus Jadi Pengawas dan Pembina," Mantan Kepala BPP Tidak Niat Intervensi, Tugas Yg Bukan Kewenanganya."

Hanya Fokus Jadi Pengawas Pembina, " Eks Kepala BPP Wawo Tidak Ada Niat Untuk Interfensi Tugas Yg Bukan Lagi Kewenanganya." 

 BIMA,- Metro NTB

Mantan Kepala Balai Penyuluan  Pertanian ( BPP ) Kecamatan Wawo Beberapa waktu  lalu, sangat sadar bahwa dirinya  telah pindah  tugas menjadi pengawas, sehingga  akan fokus jadi pengawas dan pembina sebagaimana tugas dan tanggungjawab yg berika oleh  Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Tuduhan diri enggan meninggalkan BPP Kecamatan Wawo,itu semua tidak benar, hanya perasaan mu saja yg takut dengan bayanganmu sendiri mungki.

Hanya kebetulan saja saya ini sudah lama menjadi  petugas BPP dikecatan Wawo, wajar mampir, bukan tidak rela melepas jabatan,  sebat apa yg diamanatkan kepada diri ini, adalah amanah, bukan warisan , yg bisa seenaknya untuk dipertahankan , Sewaktu waktu amanat tersebut akan digeser dan diseleksi oleh alam , melalui tangan manusia.,  Diri ini sadar bahwa jabatan yg diemban akan diganti kapan saja  oleh siapa saja seperti yg terjadi DiBPP Wawo, " Setelah Saya Dia ." Menjadi Koordinator Penyuluh (Korluh), sekarang. , Dulu BPP.

Sesuai SK Kementrian  Republik Indonesia Emi Kusrini .S.ST. Sebaiknya fokus saja dengan tugas dan tanggungjawab yg diberikan, tidak  perlu terganggu, dengan kedatangan siapapun dikantornya,  apalagi merasa tergganggu dg aktivitas pekerjaan, mungkin itu hanya perasaan, takut dengan bayangan   mengada ada saja,? 

Kalau kedatangan orang dikantornya, termasuk kedatangan mantan atasanya, dianggap mengganggu dan merasa tidak tenang,  itu sangat keliru . 

"Sebaiknya dibuang jauh jauh persaan seperti itu jangan  prasangka tidak baik."

Sejak SK baru yang dikeluarkan oleh pihak Kementrian Pertanian RI terhitung mulai Januari 2026 lalu, mantan Kepala BPP Kecamatan Wawo tersebut  hanya fokus pada tugas dan tanggung hawab yg baru,  sebagai  CWS yang berlokasi di Kecamatan Woha Kabupaten Bima, dengan jabatan barunya Tim Kerja (Timker) Kecamatan yang bertugas sebagai Pengawas Pembina.Hal itu yg terlintas dalam pikiran, bujan intervensi tugas dan tanggungjawab  BPP Wawo, .

Karena sudah menyatu dengan Wawo, diakhir menjelang purna tugas atau oensiun , ya  kadang mampir dijantor BPP Wawo.

Kalau disimak  postingan media ONLINE Warta  yg melakukan konfirmasi kepada Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Bima, Ma,ruf, SP via Ponselnya menegaskan bahwa jabatan Ermi Rahmaniar itu sekarang tidak lagi menjadi Kepala BPP Kecamatan Wawo. Tapi tugas barunya sebagai Pengawas Pembina Tim Kerja (Timker) kecamatan  yang di SK kan oleh pihak Kementrian Pertanian ,

Demikian ilustrasi yg dirangkum hasil obralan dg  orang dekat Mantan Kepala BPP Wawo.

Pimpina Warta, melalui Hpnnya hanya menjelaskan bahwa telah ada pernyataan resmi dari  Pak Ma,aruf , tentang Erni  Rahmaniar, ya sudah jelas dan terang pindah tugas, katanya.


Emi Kusrini S.ST, yg ingin di


Istri dan 2 Anak  Bandar Narkoba Ko Erwin  Akan  Ditahan Usai Diperiksa" Data Detik News Jumat/24/4/2026

Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Akan Ditahan Usai Diperiksa" Data Detik News Jumat/24/4/2026

Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Akan Ditahan Usai Diperiksa
Rumondang Naibaho - detikNews
Jumat, 24 Apr 2026 18:44 WIB
Istri dan dua anak Ko Erwin tiba di Bareskrim Polri. (Rumondang Naibaho/detikcom)

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri langsung menahan istri dan dua anak bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiganya ditahan di ruang tahanan (rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Ketiganya tiba di Bareskrim Polri pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 17.20 WIB untuk diperiksa lebih lanjut. Tiga tersangka adalah Virda Virginia Pahlevi selaku istri Ko Erwin dan dua anaknya yang bernama Hadi Sumarho Iskandar dan Christina Aurelia.

"Begitu cukup unsur, digelarkan dulu, dilakukan penahanan. Untuk menentukan penahanan harus digelarkan melalui beberapa pihak supaya unsurnya terpenuhi," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, kepada wartawan di Bareskrim Polri.

ADVERTISEMENT

Eko menjelaskan saat ini pihaknya sedang memperkuat penanganan kasus itu dengan menyasar aset para pelaku. Langkah itu dilakukan guna memberikan efek jera kepada para pelaku.

Baca juga:
Tangan Diborgol, Istri dan 2 Anak Ko Erwin Tiba di Bareskrim
"Intinya penanganan narkoba saat ini ditekankan lebih ke TPPU. Tidak hanya mengungkap tindak pidana asalnya saja, jadi lebih dikembangkan untuk memiskinkan para pelaku peredaran narkoba," jelas Eko.


Istri dan dua anak Ko Erwin tiba di Bareskrim Polri. (Rumondang Naibaho/detikcom)
Meski demikian, Eko belum merinci total nilai aset yang telah disita dari keluarga bandar narkoba itu. Dia menyebut pihak kepolisian masih terus melakukan pendataan lengkap terkait aliran dana dan aset hasil kejahatan narkoba milik jaringan Ko Erwin.

"Nanti kurang lebihnya kita rilis setelah komplit sampai berapa TPPU yang berhasil kita sita," ucapnya.

Dengan tangan diborgol, istri dan kedua anak Ko Erwin tiba di Bareskrim Polri dengan pengawalan ketat penyidik. Mereka langsung digiring masuk ke gedung Bareskrim untuk menjalani proses administrasi penahanan.

Baca juga:
Bareskrim: Istri dan 2 Anak Ko Erwin Ditangkap Terkait TPPU Narkoba

Ditangkap di Mataram NTB
Ketiganya ditangkap oleh tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC Bareskrim Polri di Kabupaten Sumbawa dan Kota Mataram, NTB, yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury.

Seperti diketahui, Ko Erwin adalah bandar besar narkoba di NTB. Dia sendiri telah ditangkap saat hendak melarikan diri ke Malaysia pada Kamis, 26 Februari 2026, tepatnya di perairan Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Kasus Ko Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.

Baca juga:
Momen Polisi Tangkap Istri dan 2 Anak Ko Erwin Bandar Narkoba
Andre disebut sebagai sosok yang menyediakan sabu yang dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui 2 kali melakukan transaksi kepada Andre pada Januari 2026. Transaksi pertama senilai Rp 400 juta per 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp 400 juta dengan sabu yang diterima seberat 3 kg.

Setelah menangkap Ko Erwin, Bareskrim juga membekuk sejumlah tersangka yang masuk dalam jaringan Ko Erwin. Salah satunya adalah Andre alias The Doctor yang menyuplai sabu kepada Ko Erwin.

Lihat Video: Istri-Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Tiba di Bareskrim, Tangan Diborgol!


(ond/jbr)
Artikel Selanjutnya
2 Pria Diduga Siram Air Keras ke Pemotor Listrik di Cengkareng
ko erwin
dittipid narkoba bareskrim
narkoba
hukum
jabodetabek
1


Baca artikel detiknews, "Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Ko Erwin Akan Ditahan Usai Diperiksa" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8460070/istri-dan-2-anak-bandar-narkoba-ko-erwin-akan-ditahan-usai-diperiksa.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat