MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

" Keterbatasan Menjadi Mitivasi."

2 Tahun 3 Hari Jadi Doktor: Kisah Inspiratif Dr. Herman

| Kamis, Maret 05, 2026 WIB
Dr.Herman, S.Pd.,M.Pd
 Perjalanan hidup Dr. Herman, S.Pd., M.Pd., menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita tinggi. Pria yang akrab disapa Herry ini berhasil menyelesaikan pendidikan Program Doktor (S3) hanya dalam waktu 2 tahun, 0 bulan, 3 hari, sebuah capaian yang jarang diraih di dunia akademik.

Masa Kecil Penuh Nilai Agama

Dr. Herman lahir dan tumbuh di lingkungan sederhana di Kampung Sumbawa, Kelurahan Tanjung, Kota Bima. Ia merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara, pasangan Arsyad Ibrahim dan Saadiah Ismail.


Sejak kecil, ia dibesarkan dalam keluarga yang menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak mulia. Didikan orang tua yang menekankan pentingnya pendidikan agama menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter, kesabaran, dan kegigihannya menjalani kehidupan.


Dalam keseharian yang sederhana, Herman kecil tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, dan memiliki tekad kuat untuk terus menimba ilmu. Nilai religius yang ia peroleh sejak dini tidak hanya membentuk integritas pribadinya, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama—sebuah bekal penting dalam perjalanan akademik dan sosialnya.


Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan fasilitas, hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk belajar. Justru dari kondisi tersebut tumbuh tekad kuat untuk terus melangkah maju. Berbagai rintangan yang sering kali membuat orang lain menyerah justru menjadi motivasi baginya untuk terus berjuang.


Menembus Program Doktor dengan Prestasi Gemilang

Setelah menempuh pendidikan dasar dan menengah, Herman melanjutkan pendidikan tinggi hingga akhirnya berhasil meraih gelar doktor di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.


Pada 4 Maret 2026, ia mencatatkan tonggak penting dalam hidupnya dengan lulus Ujian Promosi Doktor pada bidang Pendidikan dan Keguruan. Yang lebih membanggakan, studi doktoralnya diselesaikan hanya dalam waktu 2 tahun, 0 bulan, 3 hari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dengan predikat Sangat Memuaskan.


Disertasi yang ia angkat berjudul “Analisis Penggunaan Media Sosial dalam Penguatan Ideologi Pancasila pada Peserta Didik di MAN 2 Kota Bima.” Penelitian ini menyoroti bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.


Pengabdian Panjang di Dunia Akademik

Dedikasi Dr. Herman di dunia pendidikan dimulai sejak tahun 1998 sebagai dosen tetap di STKIP Bima, yang kini telah berkembang menjadi Universitas Nggusuwaru (Unswa).


Selama pengabdiannya, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya:

Wakil Ketua III STKIP Bima Bidang Kemahasiswaan (2012–2016)

Kepala Bagian Humas STKIP Bima (2016–2020)

Wakil Rektor II Universitas Nggusuwaru Bidang Administrasi dan Keuangan (2020–2023)

Karier panjang tersebut menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan tinggi di Bima.

Aktif Berorganisasi Sejak Mahasiswa

Selain berprestasi di bidang akademik, Dr. Herman juga aktif dalam berbagai organisasi sejak masa mahasiswa. Ia pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima hingga tingkat Badko Nusra.

Beberapa organisasi yang pernah diikutinya antara lain:

Pengurus HMI Cabang Persiapan Bima (1994)

Ketua I Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Bima (1995)

Wakil Sekretaris Jenderal HMI Cabang Bima (1996)

Ketua Kosgoro Muda Cabang Bima (1997)

Pengurus Badko HMI Nusra (1997–1999)

Pengurus ICMI Kabupaten Bima (1999–2000)

Pengurus KAHMI Kabupaten Bima (1999–2002)

Pengurus KAHMI Kota Bima (2022–2025)

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Dara (2021–2025)

Wakil Ketua I Persekobi Kota Bima (2012–2016)


Ia juga aktif di lingkungan masyarakat sebagai Ketua RT di Kelurahan Dara sejak tahun 2003 hingga sekarang, serta menjadi Dewan Pembina LSM Sahabat Hijau Lestari NTB (2022–2026).


Keluarga sebagai Sumber Kekuatan

Di tengah kesibukannya sebagai akademisi dan aktivis organisasi, Dr. Herman tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Pada tahun 2001, ia menikahi Endang Ratnasari, S.Pd.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak:

Muhammad Imam Islamiyah, mahasiswa semester akhir di Universitas Bumi Gora Mataram.

Nabilla Anissaturrahmah, mahasiswi UIN Mataram Jurusan Perbankan Syariah.

Shakilla Zahratunnisa, pelajar MIN Tolobali Kota Bima.


Inspirasi dari Anak Kampung

Kisah hidup Dr. Herman menjadi potret nyata perjuangan seorang anak kampung yang mampu menembus batas keterbatasan melalui pendidikan. Ketekunan, kerja keras, serta doa menjadi kunci utama yang mengantarkannya meraih prestasi akademik tertinggi.


Ia tidak hanya menjadi seorang akademisi, tetapi juga teladan bagi generasi muda tentang pentingnya pendidikan, organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.


Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita tinggi, melainkan fondasi untuk membangun keteguhan hati. Dengan semangat pantang menyerah, Dr. Herman menunjukkan bahwa ilmu dan iman dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing."dikutip dari chat WA Herman Artikel Jangka Bima

Menurut Hitorisnya," Selama Rasulullah SAW Hidup Mayoritas Jumlah Puasa Adalah 29 Hari,"

Menurut Historisnya," Selama Rasulullah SAW Hidup, Jumlah Hari Ramadan Mayoritas 29 Hari."


Puasa Ramadan adalah rukun Islam ketiga yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Secara bahasa, puasa memiliki makna menahan diri. Sebelum agama Islam datang dan disebarkan oleh Nabi Muhammad, Nabi Daud AS sudah menjalankan ibadah puasa.

Sementara itu, puasa Ramadan diperintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah, atau sekitar 624 Masehi. Perintah untuk melaksanakan puasa wajib bagi umat Islam di bulan Ramadan terdapat dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Ketika wahyu itu turun, Nabi Muhammad Saw beserta para sahabatnya sedang membangun sebuah pemerintahan baru di Madinah.

Dalam sebuah penantian kapastian  usai sholat isya dimesjid Nurul Yasin Kamis 19/3 atau malam jumat  perbincangan jamaah  kepastian pengumuman pemerintah  tentang shlat Idul Fitri 1447 H. belum juga  muncul, baik HP maupun melalui informasi lainya.

"Cletup terucap oleh salah satu  jamaah  bahwa malam ini tidak ada lagi sholat tarawi, karena  sejak perintah  dalam Al Qur an dan Al Hadis  Nabi Muhammad  hanya satu kali  dalam hidupnya melaksanakan puasa  genap 30 hari, Mayoritas , 29 hari " 

Mengingat belum ada informasih resmi dari pemerintah, ditambah lagi Imam  tidak datang dan Imam lain juga sudah pada pulang, jamaah  akhirnya bubar,  kembali kerumah, kalaupun ada informasi , laksanakan tarawih  dirumah saja.

Ungkapan salah satu  jamaah tarawih malam itu bahwa selama periode Kenabian, jumlah hari dalam Ramadan mayoritas 29 hari, bukan 30 hari. 

 Ia sampai pada kesimpulan bahwa bulan Ramadan selama masa Kenabian kebanyakan berjumlah 29 hari, daripada 30 hari.

Garda Terdepan Pelayanan, Wali Kota Serahkan Paket Sembako Bagi Petugas Kebersihan Hingga Tenaga Outsourcing

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako berkah ramadan kepada tenaga kebersihan hingga tenaga outsourcing, bertempat di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Senin (16/3/2026).

Turut hadir pada acara penyaluran paket sembako tersebut diantaranya Sekretaris Daerah Kota Bima, Asisten II Setda Kota Bima, Kepala DLH Kota Bima, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bima, para pimpinan BUMN BRI, BNI, PT. Pelindo, PT. Pertamina, BTN, serta pimpinan perusahaan penyalur tenaga outsourcing.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Syahrial Nuryadin menyampaikan pihaknya mengungkapkan rasa terimakasih nya kepada Pemerintah Kota Bima yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Dinas Lingkungan Hidup sebagai perangkat daerah yang fokus mengimplementasikan gerakan Kota Bima Bersih, Indah, Sehat dan Asri.

"DLH salah satu OPD yang memiliki tugas lapangan yang bertugas untuk mewujudkan kota yang bersih dan nyaman. Kepada pejuang kami di Dinas Lingkungan Hidup bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan pemerintah atas dedikasi dan pengabdian kita semua yang setiap hari mulai dari subuh hingga malam hari terus menjaga kebersihan dan kenyamanan Kota Bima," ungkap Syahrial.

Rian sapaannya mengaku, ketika sebagian masyarakat tengah beristirahat, para petugas sudah lebih dulu turun ke Jalan membersihkan sudut-sudut kota. Ia menegaskan, pengabdian ini adalah pekerjaan yang mulia karena kebersihan Kota adalah bagian pelayanan Dinas Lingkungan Hidup kepada masyarakat.

"Ada sekitar 600 paket sembako yang dibagikan hari ini. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan penyemangat bagi seluruh tenaga lapangan kami. Dengan tambahan energi ini, kami akan tetap bekerja dengan penuh semangat dan penuh tanggungjawab," ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima, H. A. Rahman mengapresiasi kepada BUMN yang telah berpartisipasi dalam program berkah ramadan ini. Bantuan ini berasal dari beberapa BUMN, yaitu BRI sebanyak 200 paket sembako, BNI 100 paket, PT. Pelindo 100 paket, PT. Pertamina 50 paket dan BTN 35 paket.

"Bantuan ini disalurkan kepada para petugas yang selama ini berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tenaga kebersihan 180 orang, pengatur lalulintas 90 orang, Satpol-PP 140 orang dan petugas Damkar 25 orang," kata Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa para petugas kebersihan dan lainnya adalah wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena setiap hari bekerja tanpa kenal lelah menjaga kebersihan, mengatur lalulintas, menjaga ketertiban, hingga siap siaga menghadapi berbagai kondisi darurat.

Pada kesempatan yang sama, H. A. Rahman juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tenaga Outsourcing di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Ia menegaskan walaupun sering bekerja dibalik layar dan mungkin tidak selalu terlihat, para tenaga Outsourcing turut berkontribusi memberikan pelayanan.

"Kami berharap bantuan sederhana ini dapat menambah kebahagiaan menjelang hari raya idulfitri sekaligus menjadi penyemangat bagi kita semua untuk bekerja dengan penuh tanggungjawab," tandasnya.

Pemkot Bima Informasikan Pendaftaran Program Penempatan Tenaga Kerja ke Jepang Batch 20 Tahun 2026

    Metro NTB

Juru bicara Pemerintah Kota Bima yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., SH., M.Ec.Dev., menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pendaftaran Program Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang melalui skema Government to Government (G to G) Batch 20 Tahun 2026.

Informasi tersebut merujuk pada surat dari Kepala BP3MI Nusa Tenggara Barat Nomor S.261/10.15/PP.02.02/11/2026 tanggal 6 Februari 2026 yang menindaklanjuti pengumuman Direktur Penempatan Pemerintah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia tentang pendaftaran calon kandidat Pekerja Migran Indonesia untuk posisi Nurse (Kangoshi) dan Careworker (Kaigofukushishi) di Jepang.

Dr. Muhammad Hasyim menjelaskan bahwa pendaftaran program ini telah dibuka sejak 1 Februari hingga 28 Mei 2026 dan dilaksanakan secara online melalui laman resmi https://siskop2mi.bp2mi.go.id

Ia mengajak masyarakat Kota Bima, khususnya para alumni dan lulusan bidang keperawatan, agar dapat memanfaatkan peluang tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi serta memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional.

"Program ini terbuka bagi masyarakat dengan usia minimal 18 tahun dan pendidikan minimal D3 atau S1, baik dari jurusan keperawatan maupun non-keperawatan yang memenuhi persyaratan," ujarnya.

Pemerintah Kota Bima juga mengimbau kepada seluruh instansi terkait, lembaga pendidikan, serta masyarakat agar turut menyebarluaskan informasi ini sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh calon peserta yang berminat mengikuti program penempatan kerja ke Jepang tersebut.

Adapun informasi lebih lengkap mengenai pengumuman serta format surat pernyataan dapat diunduh melalui tautan https://bit.ly/gtogjepang2026, sementara layanan informasi juga tersedia melalui WhatsApp admin di nomor +62 896-661-351-177.

Melalui penyampaian informasi ini, Pemerintah Kota Bima berharap masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang kerja luar negeri yang resmi, aman, dan difasilitasi oleh pemerintah.

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat