MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

Diskominfotik Kota Bima Fasilitasi Pendataan Sensus Ekonomi 2026 BPS Bersama Media

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima memfasilitasi pelaksanaan kegiatan NGIBAR (Ngisi Bareng) Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima bersama sejumlah media di Kota Bima. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Diskominfotik Kota Bima sebagai bentuk sinergi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Selasa (30/06/2026)

Kegiatan NGIBAR merupakan salah satu metode pendampingan yang dilakukan BPS Kota Bima dalam pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 secara bersama-sama. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan bimbingan langsung sehingga proses pengisian data dapat dilakukan dengan lebih mudah, lengkap, akurat, dan tepat waktu.

Pasar Murah TPID Kota Bima Kembali Digelar, Bantu Masyarakat Akses Pangan Terjangkau

Upaya menjaga keterjangkauan harga pangan terus dilakukan Pemerintah Kota Bima. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bima, pemerintah kembali menghadirkan pasar murah bagi masyarakat di halaman Kantor Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Selasa (22/09/2026).

Pasar murah ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Kehadiran kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, khususnya terhadap komoditas pangan yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Sejumlah bahan pangan strategis disediakan dalam kegiatan tersebut, yakni beras Premium 50 Kilogram, beras SPHP sebanyak 1.500 kilogram, Minyak Kita sebanyak 480 liter, serta telur sebanyak 90 rak atau 51 ikat.

Kegiatan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kadis Koperindag Kota Bima, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima, jajaran TPID Kota Bima, Camat Raba, Lurah Rabangodu Utara, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Masyarakat Rabangodu Utara menyambut baik pelaksanaan pasar murah tersebut. Selain memberikan akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, kegiatan ini juga memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pemerintah Kota Bima melalui TPID akan terus melakukan langkah-langkah pengendalian harga dan menjaga ketersediaan bahan pangan di tengah masyarakat. Sinergi bersama Perum Bulog dan berbagai pihak terkait juga terus diperkuat agar intervensi pasar dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pasar murah di Rabangodu Utara menjadi bagian dari rangkaian upaya tersebut, sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk menjaga stabilitas pangan dan mendukung daya beli masyarakat.

Luar Biasa Guru-Guru SMAN 1 Lambu Cepat Menyikapi Siswa Yang Tawuran

metrontb.net - Kab.Bima - Setelah wartawan Media METRO NTB datang ke sekolah SMAN 1 LAMBU untuk melakukan wawancara kepada bapak Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah terkait informasi yang menggemparkan dunia Maya/medsos terkhususnya di (Facebook) pada hari Selasa tanggal 22/09/26. 

Bapak wakil kepala sekolah SMAN 1 LAMBU menjawab beberapa pertanyaan dari media METRO NTB sesuai dengan rangkaian kronologi dan Fakta yang terjadi pada saat itu.

Bapak wakil kepala sekolah SMAN 1 LAMBU membeberkan awal krologi tawuran pada hari Sabtu Tanggal 19 September 2026.

Pada saat itu kami pihak sekolah SMAN 1 LAMBU, SMK KELAUTAN dan SMAN 1 SAPE ada kegiatan Bimtek, begitu acara Bimtek  di mulai sekitar jam 08:00 WIB, bapak Wakil kepala sekolah memberitahukan kepada guru2 untuk memulangkan anak sekolah,

Dan guru2 begitu menerima perintah guru-guru langsung masuk di tiap kelas untuk umumkan bahwa siswa udah boleh pulang.

Selan beberapa Jam sekita pukul 10:02 Wib semua siswa hampir meninggalkan sekolah menuju gerbang utama arah pulang, kemudian terdengarlah teriakan di depan sekolah SMAN 1LAMBU tepatnya di Lapangan Temba Romba Lambu.

Akhirnya guru-guru SMAN 1 Lambu lari keluar melihat ada dua kubu siswa tawuran, akhirnya guru2 dan Wakil kepala sekolah SMAN 1 LAMBU langsung ambil sikap untuk melarai termasuk bapak kepala sekolah SMK KELAUTAN antusias ikut melarai juga.

Setalah itu bapak wakil kepala sekolah melihat ada juga salah satu aparat kepolisian yang ikut membantu melarai tawuran siswa tersebut dan ada juga masyarakat setempat juga ikut melerai"Tuturnya"

Pada saat itu bapak polisi tersebut memegang helmnya untuk tameng penahan batu yang dilepari oleh kedua kubu siswa yang tawuran, dan kedua kubu siswa yang tawuran tersebut tidak tangan kosong melainkan ada yg pakai bambu, batu dan kayu.

Dan masyarakat sekitar yang ikut melerai, terkena lemparan batu kayu dari kedua kubu siswa yang tawuran tersebut termasuk bapak polisi itu juga terkena pukulan dari siswa yang tawuran memakai bambu.

Dan bapak Wakil kepala sekolah menegaskan tidak pernah melihat bapak polisi memukul siswa yang tawuran itu sampai babak belur seperti info yang beredar di Medsos (Facebook).

Kemudian semua guru dari SMAN 1 SAPE dan SMK KELAUTAN Lambu keluar juga ikut membantu melerai siswa yang tawuran, setelah beberapa menit tawuran dapat di bubarkan. "Lanjutnya"

Menjelang sore hari di hari yang sama bapak Wakil kepala sekolah mendapatkan informasi bahwa ada sala satu siswa yang tawuran, masuk ke Puskesmas Lambu (PKM).

Lalu bapak wakil kepala sekolah mau menyampaikan informasi tersebut ke bapak kepala sekolah namun pihak dari keluarga siswa yg dirawat di PKM Lambu sudah langsung menemui bapak kepala sekolah di ruangannya.

Pertemuan itu lumayan lama termasuk keluarga siswa tersebut mengajak bapak kepala sekolah untuk mendampingi melaporkan ke PROPAM Polres Kota Bima.

Namun bapak kepala sekolah menyatakan tidak bisa saya mendampingi, justrus pihak sekolah berterima kasih kepada semua yang ada dilapangan pada saat itu yang udah membantu melerai termasuk bapak polisi tersebut.

Akhirnya keluarga siswa tersebut keluar dari ruangan bapak kepala sekolah. Setalah beberapa jam kemudian bapak kepala sekolah datang menjenguk dan liat langsung siswa yang dirawat di PKM Lambu, dan menyatakan keadaan siswa tersebut Alhamdulillah tidak parah seperti informasi yg beredar di medsos (Facebook).

Selan satu hari bapak kepala sekolah melihat info di medsos bahwa siswa yang di rawat di PKM Lambu dirujuk di RSUD BIMA, dan bapak kepala sekolah berupaya mencari informasi ke teman-teman guru menanyakan "benar Gak siswa tersebut dirawat di RSUD BIMA?" Lalu salah satu guru menjawab "Gk bapak, Ini anaknya ada di rumahnya, sudah pulang dari rawat di PKM Lambu". Tuturnya "wawancarapun selesai"

"Perhatian!!!":
Setiap informasi mengenai dugaan kekerasan oleh aparat maupun kondisi korban juga harus berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi, bukan sekadar mengembangkan issu dan informasi yang beredar di media sosial.

Masyarakat tentu dapat menilai peristiwa tersebut secara objektif berdasarkan kronologi, fakta di lapangan, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan pihak yang berwenang.

STOP 🤚 Menggiring Opini hingga mengembangkan Issu yang tidak jelas sebelum tau fakta di TKP, karna dari issu dapat menimbulkan profokasi di media sosial maupun di kalangan masyarakat. 02

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat