MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

Moment Badai NTB "Ngamuk" di Ruang Persidangan di PN Raba-Bima

Metrontb.net - Kota Bima - Persidangan perkara ITE yang dilaporkan Hilda Komala Dewi dimana Uswatun Hasanah alias Badai NTB selaku terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima hampir tuntas.

Dalam kasus ini Badai NTB dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima. Berita ini dikutip dari Media Visioner, "selanjutnya"

Terkait tuntutan tersebut, Badai NTB dan Kuasa Hukumnya sempat mengajukan perlawanan (ekspesi). Sayangnya, seluruh rangkaian perlawanan Badai NTB dalam kaitan itu ditolak oleh JPU, Sahrurahman, SH.

Penolakan terhadap upaya perlawanan tersebut berlangsung pada moment persidangan yang di PN Raba-Bima, dua Minggu lalu (Oktober 2026). Namun pada moment persidangan sebelumnya, di hadapan Majelis Hakim, JPU dan Kuasa Hukumnya Badai NTB sempat menangis saat membacakan isi eksepsi yang diajukanya.

Usai persidangan pembacaan eksepsi oleh Badai NTB, sidang kembali dilaksanakan pada Minggu berikutnya berikutnya moment persidangan dilanjutkan dengan jawaban JPU atas upaya perlawanan yang dilakukan oleh Badai NTB.

Pada moment itu pula, JPU masih kekeuh dengan tuntutan awalnya. Yakni Badai NTB tetap dituntut selama 1 tahun penjara. JPU terlihat masih sangat konsisten dengan tuntutan ya karena dugaan tindak pidana kejahatan yang dilakukan Badai NTB dalam kaitan itu telah memenuhi unsur.

Oleh sebab itu, JPU menegaskan bahwa tuntutan 1 tahun penjara kepada Badai NTB dalam kasus itu telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kendati demikian, 3 hari lalu persidangan terkait kasus itu kembali digelar di PN Raba-Bima.

Pada moment persidangan kali ini terkuak sesuatu yang dinilai sangat menarik. Lebih jelasnya, dalam kaitan itu salah seorang Kuasa Hukum Badai NTB yakni Rafathir, SH tak muncul. Kecuali Abas, SH dkk.

Liputan langsung sejumlah Awak Media melaporkan,  persidangan kali ini adalah jawaban Badai NTB atas jawaban JPU terkait upaya perlawanan yang dilakukan oleh Badai NTB Sebelumnya (Duplik). Yang dinilai tak kalah menariknya, pada moment itu Badai NTB terkesan membacakan kembali isi redaksi perlawananya pada persidangan yang digelar sebelumnya.

Usai Badai NTB menjawab penjelasan JPU dimaksud, Majelis Hakim PN Raba-Bima menutup persidangan secara resmi. Selanjutnya, Majelis Hakim menyatakan bahwa persidangan akan dilanjutkan pada tanggal 11 November 2026. Yakni persidangan pembacaan keputusan terkait perkara dimaksud.

Masih soal kasus ini, mantan Kuasa Hukum Badai NTB yakni Mahdin, SH (Mahdin Jr.) angkat bicara. Dalam kasus ini, Mahdin Jr. Mendesak pihak Majelis Hakim PN Raba-Bima untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada Badai NTB.

"Saya berharap agar pihak Majelis Hakim menjatuhkan hukuman berat kepada Badai NTB. Ketegasan ini dimaksudkan agar ke depan tak muncul lagi informasi sesat dimana setiap orang dituduh secara serius bersalah sebelum melewati seluruh rangkaian peradilan mulai dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.

Padahal ratusan orang yang dituduh secara serius oleh Badai NTB melalui baga kloter Bongkar Bandar itu belum berstatus sebagai terlapor, terperiksa dan juga tidak divonis bersalah oleh Majelis Hakim," tanda Mahdin Jr. kepada Media ini, Kamis (29/10/2026).

Mahdin Jr. kembali menegaskan, ratusan orang yang dituduh secara serius melalui bagan kloter Bongkar Bandar tersebut adalah korban dari Badai NTB. Pasalnya, ratusan orang tersebut dihakimi secara serius tanpa melewati seluruh rangkaian proses penanganan secara hukum mula dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.

"Oleh sebab itu, Badai NTB mutlak dihukum seberat-beratnya agar ke depan tidak ada lagi korban yang diperlakukan secara bar-bar. Pasalnya, NKRI ini adalah Negara Hukum. Dan di NKRI ini pula, hukum adalah Panglima. Namun hal itu justeru tidak dihargai, dihormati, ditaato dan dijunjung tinggi oleh Badai NTB. Kecuali, ia memperlakukan ratusan korban tersebut dengan cara bar-bar," tandasnya.

Upaya hukum yang dilakukan oleh para korban yakni melaporkan Badai NTB secara hukum, ditegaskanha sangatlah tepat. Antara lain yang dilakukan oleh Hilda Komala Dewi.

"Hukum adalah Panglima tertinggi di NKRI ini. Jangan sembarangan menjustifikasi bahwa setiap orang bersalah sebelum diputus secara sah dan meyakinkan bersalah oleh pihak Majelis Hakim. Namun yang dilakukan oleh Badai NTB dalam kaitan itu telah merampas kewenangan Aparat Penegak Hukum (APH).

Oleh sebab itu, sekali lagi saya mendesak Majelis Hakim PN Raba-Bima untuk menghukum berat Badai NTB guna menghindari terjadinya hal yang sama di kemudian hari. Dari kasus ini, saya juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak meniru cara bar-bar dimaksud. Sebaliknya, tentu saja akan dihadapkan dengan Sanski pidana," imbuhnya.

Mahdin Jr. juga mengaku sangat menyayangkan sikap dan tindakan Badai NTB di ruang persidangan di PN Raba-Bima usai persidangan pembacaan tuntutan oleh JPU terkait kasusnya. Yang dilakukan Badai NTB dalam kaitan tu, ditegaskanha bukan saja menodai etika persidangan.

Tetapi juga dinilainya telah melukai Marwah Majelis hakim yang sejatinya harus dihargai, dihormati dan dijunjung tinggi oleh siapapun dan di manapun.

"Ya, etika persidangan dinodai oleh Badai NTB. Pun demikian halnya dengan Marwah Majelis Hakim yang mulia. Dan saya sangat percaya dan yakin bahwa peristiwa itu menjadi penilaian penting bagi pihak Majelis Hakim PN Raba-Bima.

Sekali lagi, peristiwa yang dilakukan oleh Badai NTB di ruang persidangan tersebut justeru akan memberatkan dirinya dan tidak boleh ditiru oleh siapapun," tegasnya lagi.

Mahdin Jr. mengaku sangat meyakini bahwa dalam kasus ini Badai NTB tak akan lolos dari jeratan hukum alias akan mendekam di balik jeruji besi (penjara).

Dalam kasus ini pula, Mahdin Jr. menyatakan bahwa vonis Majelis Hakim bisa saja di atas tuntutan JPU, selaras dengan tuntutan JPU dan bahkan bisa di atas 6 bulan penjara.

"Sebab, hal itu merupakan kewenangan mutlak pihak Majelis Hakim yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Soal pernyataan pihak tertentu bahwa tuntutan JPU dalam kasus ini tidak terbukti, itu hanya asumsi.

Sebab, yang memastikan Badai NTB bersalah atau sebaliknya dalam kasus ini adalah kewenangan mutlak pihak Majelis Hakim. Sekali lagi, keyakinan saya sangat kuat bahwa dalam kasus ini Badai NTB akan divonis penjara oleh pihak Majelis Hakim," paparnya.

Keyakinan itu ditegasnya tidak serta-merta. Berbagai upaya hukum yang dilakukan Badai NTB dalam kasus ini guna menghindari sanksi pidana diakui terpental alias gagal.

"Diantaranya upaya Prapidnya ditolak. Eksepsinya ditolak oleh JPU. Oleh sebab itu, sekali lagi saya berkeyakinan bahwa dalam kasus ini Badai NTB akan divonis penjara oleh pihak Majelis Hakim PN Raba-Bima," tuturnya.

Proses penanganan kasus ini mulai dari Polres Bima, di P-21 oleh pihak Kejaksaan hingga kini memasuki "ruang genting bagi Badai NTB" dianggapnya sebagai pintu masuk bagi penanganan puluhan kasus yang dilaporkan oleh para korban yang dituduhnya secara serius melalui bagan kloter Bongkar Bandar.

"Ya, ini pintu masuk bagi puluhan laporan lainya di Polres Sumbawa, Polres Dompu, Polres Bima, Polres Bima dan di Polda NTB. Dan dari puluhan laporan tersebut sama-sama memiliki potensi besar menggiring Badai NTB ke dalam jeruji besi. Sebab, soal itu saya percaya bahwa Badai NTB tidak mampu membuktikan keterlibatan mereka secara hukum," kata Mahdin Jr.

Masih soal Badai NTB, catatan terkini sejuah Awak Media mengungkap hal yang dinilai sangat menarik. Yakni dikabarkan ada 30 laporan resmi dari pihakk pelapor.

Yakni di Polres Sumbawa, Polres Dompu, Polres Bima, Polres Bima Kota dan di Polda NTB. Dan informasi terkini yang diperoleh sejumlah Awak Media mengungkap, puluhan laporan di Polres di Pulau Sumbawa itu sudah ditarik secara resmi penangananya oleh pihak Reskrimsus Polda NTB. (JOEL/RUDY/AL/AA/AZHAR/DK/DINO) 01.
KAKANWIL BPN PROVINSI NTB LAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI PTSL TAHUN 2026, APRESIASI PENYELESAIAN 100 PERSEN KANTOR PERTANAHAN KOTA BIMA
Kota Bima, Rabu (14 Oktober 2026) – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Stanley, S.E., S.SiT., M.M., melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026 pada Kantor Pertanahan Kota Bima. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Bima dan turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Pertanahan Kota Bima.  H. Rury Irawan, S.SiT, MH

Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil BPN Provinsi NTB menyampaikan apresiasi atas capaian penyelesaian Program PTSL Tahun 2026 di Kantor Pertanahan Kota Bima yang telah mencapai 100 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan sinergi seluruh jajaran dalam mendukung percepatan pendaftaran tanah serta memberikan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat.

Meski demikian, Kakanwil juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan, baik dari aspek administrasi maupun kualitas pelaksanaan kegiatan. Evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan program pertanahan ke depan semakin tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kantor Pertanahan Kota Bima diharapkan terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat koordinasi, serta mempertahankan komitmen dalam memberikan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Kantor Pertanahan Kota Bima berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Kementerian ATR/BPN dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang berkualitas dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat.

TP. PKK Kota Bima dan Provinsi NTB Perkuat Kolaborasi, Dorong Kader Berdaya dan Keluarga Tangguh

Pemerintah Kota Bima melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) terus mendorong peningkatan kapasitas kader dan pemberdayaan keluarga melalui penguatan sinergi bersama TP. PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Ketua TP. PKK Provinsi NTB beserta rombongan dalam rangka pelaksanaan tiga agenda pembinaan dan pelatihan di Kota Bima.

Ketiga agenda tersebut meliputi Pembinaan Dasawisma PKK yang berlangsung di Aula Kantor Camat Raba, Pelatihan Olahan Pangan AKU HATINYA PKK di Kecamatan Asakota, serta Pelatihan Penguatan Peran Perempuan dalam Penanganan Bencana di Aula Kantor Kelurahan Jatibaru.

Kedatangan Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Bunda Sinta M. Iqbal, bersama rombongan disambut langsung oleh Ketua TP. PKK Kota Bima, Hj. Badrah Ekawati, S.E., S.Tr.Keb., bersama jajaran TP. PKK Kota Bima dan Camat Raba, Faruq Irfan, S.IP., pada pembukaan kegiatan di Aula Kantor Camat Raba, Jumat (16/10/2026).

Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Kota Bima menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan TP. PKK Provinsi NTB. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para kader untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di tengah masyarakat.

Ia juga mengharapkan seluruh kader dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara optimal dan menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga di wilayah masing-masing.

"Kami berharap seluruh kader dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, menambah pengalaman, dan menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga pelaksanaan program PKK semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Hj. Badrah.

Sementara itu, Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Bunda Sinta M. Iqbal, menekankan pentingnya penguatan kelompok Dasawisma, khususnya dalam aspek administrasi dan pendataan keluarga. Data yang akurat dan tertata dinilai menjadi fondasi utama dalam merancang serta melaksanakan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia turut mengingatkan para kader agar membangun komunikasi yang baik dengan warga, mengingat masih adanya masyarakat yang merasa khawatir untuk memberikan data pribadi karena isu kerahasiaan dan potensi penyalahgunaan informasi.

Menurutnya, pendekatan yang persuasif, komunikasi yang terbuka, serta komitmen menjaga kerahasiaan data merupakan hal penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan pendataan keluarga.

"Kader diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan yang baik, sekaligus memastikan data yang dihimpun dijaga kerahasiaannya dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan program," jelas Bunda Sinta.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas administrasi kader, TP. PKK Provinsi NTB juga membawa sebanyak 750 eksemplar buku administrasi Dasawisma PKK untuk dibagikan kepada TP. PKK kabupaten/kota di Pulau Sumbawa yang menjadi sasaran kunjungan pembinaan.

Selain pembinaan Dasawisma, kegiatan pemberdayaan turut diarahkan pada pengembangan potensi pangan lokal melalui Pelatihan Olahan Pangan AKU HATINYA PKK di Kecamatan Asakota. Kegiatan ini mendorong kader untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk olahan yang beragam, bergizi, serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi keluarga.

Adapun pelatihan penguatan peran perempuan dalam penanganan bencana di Kelurahan Jatibaru difokuskan pada peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan perempuan dalam menghadapi situasi darurat. Melalui kegiatan ini, perempuan diharapkan semakin mampu mengambil peran aktif dalam upaya kesiapsiagaan, penanganan, dan penguatan ketahanan keluarga ketika menghadapi bencana.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran TP. PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara TP. PKK Provinsi NTB dan TP. PKK Kota Bima diharapkan terus berkembang melalui program-program yang konkret, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan peningkatan kapasitas kader, optimalisasi potensi pangan lokal, serta penguatan kesiapsiagaan perempuan, gerakan PKK di Kota Bima diharapkan semakin aktif dalam membangun keluarga yang mandiri, produktif, sejahtera, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.

DPRD KOTA BIMA TERIMA ASPIRASI ALIANSI MASYARAKAT RONTU MENGGUGAT, SIAP TINDAK LANJUTI MELALUI RAPAT KERJA BERSAMA INSTANSI TERKAIT

    Kota Bima Metro NTB

Rilis Berita     
Kegiatan DPRD Kota Bima
Kamis, 15 Oktober 2026

Sekretariat DPRD Kota Bima, Kamis, 15 Oktober 2026 – DPRD Kota Bima menerima aspirasi dari Aliansi Masyarakat Rontu Menggugat (AMRM) terkait persoalan batas wilayah antara Kelurahan Rontu dan Kelurahan Rabangodu Selatan. Aspirasi tersebut disampaikan melalui aksi kompresi sebagai bentuk persetujuan masyarakat terhadap pematokan batas wilayah yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh Pemerintah Kota Bima.

Aksi yang berlangsung dengan titik penyampaian aspirasi di Kantor DPRD Kota Bima dan Kantor Wali Kota Bima tersebut menyoroti persoalan batas administrasi kedua kelurahan, khususnya terkait proses pematokan yang menurut masyarakat tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah.

Anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.HI, menerima massa aksi dan mendengarkan secara langsung menyampaikan aspirasi serta persetujuan masyarakat. Penerimaan aspirasi ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Kota Bima dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Dalam menyampaikan aspirasinya, AMRM meminta agar persoalan batas wilayah tersebut mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti secara jelas oleh pemerintah daerah. Masyarakat menghendaki adanya kepastian hukum terkait batas administrasi antara Kelurahan Rontu dan Kelurahan Rabangodu Selatan, termasuk kejelasan dasar hukum serta proses pematokan yang telah dilakukan.

Menangapi aspirasi tersebut, DPRD Kota Bima akan mengonfirmasinya melalui rapat kerja bersama instansi terkait guna mengklarifikasi dan mendalami persoalan batas wilayah yang dipersoalkan masyarakat. Rapat kerja ini akan menjadi forum untuk meminta penjelasan dari perangkat daerah yang berwenang, menelaah dasar hukum penetapan batas wilayah, serta memeriksa dokumen administrasi dan peta batas yang menjadi acuan pematokan di lapangan.

Melalui mekanisme tersebut, DPRD akan mendorong pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka, obyektif, dan berdasarkan data serta dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, persoalan yang disampaikan masyarakat tidak berhenti pada aspirasi penerimaan, namun ditindaklanjuti secara konkret melalui mekanisme kelembagaan DPRD.

DPRD Kota Bima memandang bahwa penetapan batas wilayah harus berlandaskan ketentuan peraturan-undangan, didukung dokumen yang sah, serta dilaksanakan melalui prosedur yang benar. Oleh karena itu, setiap persetujuan masyarakat perlu dilakukan secara cermat dengan memperhatikan Peraturan Daerah yang berlaku, batasan dokumen, peta administrasi, serta hasil verifikasi faktual di lapangan.

DPRD juga mendorong Pemerintah Kota Bima dan perangkat daerah terkait untuk mengedepankan keterbukaan serta membangun komunikasi yang baik dengan informasi masyarakat Kelurahan Rontu dan Kelurahan Rabangodu Selatan. Langkah tersebut penting untuk mencegah kesalahpahaman, menghindari potensi konflik sosial, dan menjaga hubungan harmonis antarmasyarakat.

Melalui rencana rapat kerja bersama instansi terkait, DPRD Kota Bima berkomitmen menggalang aspirasi masyarakat hingga diperolehnya kejelasan mengenai permasalahan yang dipermasalahkan. Hasil rapat kerja diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah tindak lanjut yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak, sehingga penyelesaian persoalan batas wilayah dapat dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dan memberikan kepastian bagi masyarakat kedua kelurahan.

DPRD Kota Bima menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan fungsi representasi dan pengawasan lembaga legislatif. Oleh karena itu, DPRD akan mendorong agar permasalahan batas wilayah Kelurahan Rontu dan Kelurahan Rabangodu Selatan ditangani secara transparan, obyektif, dan bertanggung jawab demi menjaga kepastian administrasi, persetujuan, serta keharmonisan masyarakat Kota Bima. *

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat