MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

Tepat pada tanggal 6 April Tahun 1815  Gunung Tambora Meletus."  Menimbulkan Dampak, Merubah Cuaca Lima Benua."

Bima - Metro NTB

Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gunung Tambora adalah gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 2.851 meter di atas permukaan laut . Gunung Tambora sempat menggelapkan hampir seluruh bumi dengan letusannya yang dahsyat.

Penasaran dengan gunung ini? Mari simak sejarah dan letak, ketinggian, tipe, letusan dan dampak letusan Gunung Tambora yang dirangkum dari berbagai sumber.


Gunung Tambora juga biasa disebut dengan Gunung Tombom adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di Pulau Sumbawa. Gunung ini berada di antara dua kabupaten yakni Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima tepatnya pada lintang 80 15' LS dan 1180 BT. Gunung ini mulanya terbentuk atas busur tepi benua yang disebabkan oleh penunjang kerak samudera yang bergeser ke kerak benua.

Ketinggian Gunung Tambora

Gunung Tambora memiliki ketinggian mencapai 2.851 meter di atas permukaan laut (MDPL). Selain itu, menurut penyelidik geologi, gunung ini juga memiliki lubang kerucut vulkanik dengan diameter 60 kilometer (km). Lubang tersebut kerap kali memuntahkan lava yang turun menuju lereng gunung Tambora

Berdasarkan sejarahnya, Gunung Tambora digolongkan ke dalam gunung api tipe A, yakni dengan kriteria mengalami erupsi minimal 1 kali sejak tahun 1600 masehi. Sebelum letusan dahsyatnya pada 1815, Gunung Tambora dinyatakan telah 3 kali meletus dengan perkiraan waktu 3910 sebelum masehi (SM), 3050 SM, dan 740 SM.

Pada April 1815, Gunung Tambora meletus dengan besar letusan yang berada pada skala 7 Volcanic Explosivity Index (VEI) dengan jumlah semburan tefrit 1.6 x 1011 meter kubik. Sedangkan berdasarkan tipe erupsinya, Gunung Tambora memiliki tipe erupsi pelean dan vesuvian.

Tipe erupsi pelean ditandai dengan karakter letusan Gunung Tambora yang berada di lubang utama sehingga adanya guguran kubah lava dan sebaran abu vulkanik serta batuan piroklastik yang berakibat menghancurkan sebagian tubuh gunung. Sedangkan tipe erupsi vesuvian ditandai dengan karakteristik letusan-letusan kecil dengan api dan gempa tremor kemudian disusul gempa susulan yang membentuk tiang asap pada 1819.

Letusan Gunung Tambora

200 Tahun Frankenstein: Gagasan Horor Yang Lahir Karena Letusan Gunung Tambora Foto: DW (News)

• Pada 5 April 1815, Gunung Tambora memulai erupsinya dengan mengeluarkan letusan keras yang terdengar hingga Makasar, Batavia (Jakarta), bahkan Ternate dengan jarak 1.400 km dari Sumbawa.

• Pada 6 April 1815, hujan abu mulai menutupi Jawa Timur dengan suara letusan yang terus menerus hingga 10 April 1815.

• Pada 10 April 1815, Gunung Tambora semakin intensif mengeluarkan letusannya yang menjadikan seluruh sisi gunung itu diselimuti cairan lava yang membara.

• Tidak hanya menghujani beberapa provinsi di sekitarnya dengan hujan abu, letusan Gunung Tambora juga mengeluarkan hujan batu yang banyak menghancurkan desa-desa di sekeliling gunung.

• Pada 17 April 1815, letusan Gunung Tambora akhirnya mereka.

• Letusan Gunung Tambora berhasil mengeluarkan abu vulkanik hampir setinggi 40 km ke langit dan membentuk lapisan abu setinggi 1,5 m di Sumbawa. Letusan tersebut juga menghasilkan sebuah kaldera dengan panjang 6-7 km dengan kedalaman 700 m.

Dampak Letusan Gunung Tambora

Letusan dahsyat Gunung Tambora tentu menimbulkan sejumlah dampak bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitar. Berikut beberapa dampak letusan Gunung Tambora:

1. Korban jiwa yang mencapai lebih dari 80 ribu orang
2. Mempengaruhi iklim global hingga mendinginkan suhu di Eropa
3. Menggelapnya langit Sumbawa dalam kurun waktu tertentu
4. Musnahnya semua tumbuh-tumbuhan dan pepohonan di Sumbawa
5. Lautan dipenuhi 'sampah' dari benda-benda yang tersapu saat letusan

Demikianlah informasi mengenai Gunung Tambora beserta sejarah, letak, ketinggian, tipe, letusan hingga dampaknya. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan sejarah Anda mengenai Indonesia.
(Dirangkum diibternet)


Berikut Daftar Nama 54 Kasek Hasil Keputusan Wali Kota Bima

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH secara resmi melantik dan mengambil sumpah sebanyak 54 jabatan kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan jabatan pengawas lingkup Pemerintah Kota Bima, di aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Jum'at (13/02/2026).

Pelantikan para pejabat di dunia pendidikan tersebut tertuang melalui Keputusan Wali Kota Bima, nomor : 800.1.3.3/348/BKPSDM/II/2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan kepala sekolah dan jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Bima.

Berikut daftar nama 54 jabatan kepala sekolah tingkat sekolah dasar dan jabatan pengawas, diantaranya, Endang Mariniwati, S.Pd jabatan lama sebagai guru ahli madya SDN 1 Melayu Kota Bima, jabatan baru sebagai Kepala SDN 1 Melayu Kota Bima. Fatimah, S.Pd jabatan lama sebagai Kepala SDN 12 Sarae, jabatan baru sebagai Kepala SDN 2 Suntu. Ferawati, S.Pd.SD jabatan lama sebagai guru ahli madya dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 3 Jatiwangi. Minarni, S.Pd.SD jabatan lama sebagai kepala SDN 24 Rabangodu utara dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 5 Rabangodu Utara.

Selanjutnya, Raodah, S.Pd jabatan lama sebagai Kepala SDN 22 Jatibaru dan jabatan baru sebagai Kepala SDN 7 Kumbe. Syaifullah, S.Pdi sebelumnya sebagai guru ahli madya pada SDN 11 Manggemaci dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 11 Manggemaci. Mujadid, S.Pdi jabatan lama Kepala SDN 49 Rabangodu Selatan dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 13 Kolo. Syafrudin, S.Pd jabatan lama Kepala SDN 64 Sori dan jabatan baru Kepala SDN 14 Sadia. Ernah, S.Pd jabatan lama Kepala SDN 3 Jatiwangi menjadi kepala SDN 15 Ntobo.

Hartuti, S.Pd jabatan lama Kepala SDN 11 Manggemaci menjadi Kepala SDN 18 Dodu, Suriyati, S.Pd.SD jabatan lama Kepala SDN 39 Rabadompu Barat menjadi Kepala SDN 19 Rabangodu Utara, Erdin, S.Pd jabatan lama sebagai Guru Ahli Muda menjadi Kepala SDN 20 Rabadompu Timur, Asikin, S.Pd.SD jabatan lama sebagai guru ahli muda pada SDN 2 Suntu dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 12 Sarae, Rahmah, S.Pd.SD jabatan lama Kepala SDN 77 Ni'u dan jabatan baru Kepala SDN 22 Jatibaru, Suhardin, S.Pd., M.Si jabatan lama Kepala SDN 5 Rabangodu Utara dan jabatan baru Kepala SDN 24 Rabangodu Utara, Ermina Zainab, S.Pd jabatan lama guru ahli muda pada SDN 17 Pane dan jabatan baru Kepala SDN 25 Santi, Umikaltum, S.Pd.SD jabatan lama Guru ahli muda pada SDN 21 Tolomundu dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 26 Rabadompu Barat.

Nurfida Maulidan, S.Pd jabatan lama sebagai Guru Ahli Madya pada SDN 59 Rasalewi dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 27 Rabadompu Timur, Aris Munandar, S.Pdi jabatan lama Guru Ahli Madya pada SDN 2 Suntu dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 28 Melayu, Ikbal Tanjung, S.Pd jabatan lama sebagai Guru Ahli Muda pada SDN 21 Tolomundu dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 29 Tanjung, Rohana, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 30 Nitu, Abdullah, S.Pdi jabatan baru Kepala SDN 31 Lelamase, Zulkarnain, S.Pd.SD jabatan baru Kepala SDN 32 Panggi, Juriah, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 33 Lampe, M. Amin, S.Sos jabatan baru Kepala SDN 34 Bonto, Muhamadiyah, STP jabatan lama sebagai Kasi Pembangunan Kelurahan Pane dan jabatan baru menjadi Kepala Unit Teknis Pusat Layanan Usaha Terpadu Dinas Koperindag Kota Bima.

Eny, S.Pd.SD jabatan baru Kepala SDN 35 Nungga, Agussalim, S.Pdi jabatan baru Kepala SDN 37 Kendo, Darmiati, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 39 Rabadompu Barat, Siti Rahmah, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 46 Pane, Rita, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 46 Lela, Fahrul Kamil, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 49 Rabangodu Utara, Asnar Karnilita, S.Pd.SD jabatan baru Kepala SDN 50 Penaraga, Sri Rahayu, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 51 Rite, Novi Puspitasari, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 52 Busu, Nurwahidah, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 53 Oi Fo'o, Siti Rubiah, S.Pd.SD jabatan baru Kepala SDN 55 Dara, Nurfatuh, S.Pd.SD jabatan baru Kepala SDN 56 Tolobali, Nurfarida, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 57 Wadumbolo.

Selanjutnya, Rosidah, S.Pd jabatan baru menjadi Kepala SDN 58 Tambana, Murni, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 59 Rasalewi, Siti Rahmah, S.Pd.SD jabatan baru menjadi Kepala SDN 51 Karara, Sry Rahmawaty, M.Pd jabatan baru Kepala SDN 62 Rontu, Syaiful, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 63 Dodu, Husni, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 64 Sori, Syahreni, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 65 Jatibaru, Arsid, S.Pd jabatan baru menjadi Kepala SDN 66 Kuta, Gufran, S.Pdi jabatan baru Kepala SDN 68 Kolo, Muhammad Yunus, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 69 Kabanta, Fauziah, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 70 Tolotangga, Siti Nurhana, S.Pd jabatan baru Kepala SDN 72 Ntobo, Nur Fitriany, S.Pd jabatan baru menjadi Kepala SDN 74 Songgela, Sulastri, S.Pd.SD jabatan baru Kepala SDN 76 Toloweri, dan Nuryanti, S.Pd jabatan lama sebagai Guru Ahli Muda pada SDN 21 Tolomundu dan jabatan baru menjadi Kepala SDN 77 Ni'u Kota Bima.

DPRD Kota Bima Gelar Bimtek Penguatan AKD untuk Optimalisasi Peran Dewan

Rilis    
Kegiatan DPRD Kota Bima
Rabu, 11 Februari 2026

Sekretariat DPRD Kota Bima, 11 Februari 2026 – DPRD Kota Bima menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam rangka optimalisasi peran DPRD Kota Bima. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Mandalika Hotel Lombok Raya mulai Rabu, 11 Februari hingga 13 Februari 2026.

Pelaksanaan bimtek ini merupakan upaya DPRD Kota Bima dalam meningkatkan kapasitas alat kelengkapan dewan agar lebih maksimal dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Kegiatan tersebut menghadirkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UIN Mataram sebagai mitra pelaksana.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimtek menegaskan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnya, tiga fungsi utama DPRD tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan alat kelengkapan dewan yang kuat, solid, dan profesional.

“Penguatan AKD bukan sekadar kebutuhan kelembagaan, tetapi merupakan keharusan strategis untuk memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Kerja sama antara DPRD Kota Bima dan LPM UIN Mataram telah terjalin melalui perjanjian kerja sama (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Kota Bima bersama Rektor UIN Mataram serta Sekretaris DPRD Kota Bima.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menyatukan persepsi dalam peningkatan kapasitas anggota DPRD, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya akademik yang tersedia di wilayah NTB.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan DPRD Kota Bima menjadi motivasi bagi UIN untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan DPRD di daerah.

Sementara itu, Ketua LPM UIN Mataram, Prof. H. Kadri, M.Si menjelaskan bahwa LPM UIN Mataram selama ini telah sering menjadi penyelenggara kegiatan bimtek bagi DPRD di sejumlah daerah di NTB. Ia berharap melalui kegiatan ini terbangun kesamaan persepsi, penguatan pemahaman regulasi, serta komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja AKD.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Provinsi NTB, Drs. Fathurrahman, M.Si menegaskan bahwa tantangan pembangunan daerah menuntut DPRD untuk semakin adaptif, responsif, dan kolaboratif. AKD diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif, anggaran tepat sasaran, dan pelayanan publik semakin meningkat.

Dengan penguatan AKD yang berkelanjutan, DPRD Kota Bima diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus representasi aspirasi masyarakat. *

 


Bupati Bima dan Wabup Ikuti Rakornas, Presiden Prabowo Beri Taklimat



  





-Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun Senin (2/2/2026) yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, para Menteri Koordinator dan Menteri terkait menjadi wahana bagi Presiden dan para Menteri untuk memberikan taklimat (arahan) kepada para Gubernur, Bupati,  Walikota beserta para Wakil Kepala Daerah seluruh Indonesia yang hadir di Sentul International Convention Center, Bogor.



Dalam Rakornas yang mengusung tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045" tersebut, Presiden Prabowo dalam arahannya memaparkan capaian  pembangunan di bawah pemerintahannya dan mengatakan bahwa kecapaian tersebut merupakan hasil riil, bukan "omon-omon". jelasnya.



"Saat ini, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menciptakan 3-5 juta lapangan pekerjaan dan setiap hari, sebanyak  60 juta penerima manfaat  dari anak-anak, perempuan hamil, melahirkan hingga Lansia. 


Demikian halnya pada sektor kesehatan, sebanyak 70 juta rakyat Indonesia sudah mendapatkan manfaat dari pelayanan kesehatan gratis melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).



Dalam beberapa bulan ke depan, akan diwujudkan 28.000 koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di masing-masing desa Koperasi yang memiliki manajemen, gudang penyimpanan. Nantinya, tidak akan ada hasil panen yang tidak terjual karena koperasi inilah yang akan mengambil, menyimpan dalam gudang dan mengirim sendiri dan menjual hasil panen Sehingga para petani di sektor pertanian dan perikanan khususnya mendapatkan hasil yang layak". jelas Presiden Prabowo.



Sementara itu, Bupati Bima Ady Mahyudi  menghadiri Rakornas tersebut bersama Wakil Bupati dr.H. Irfan Zubaidy menjelaskan bahwa arahan Presiden RI. Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan juga pemaparan para Menteri, baik dari Menteri Koordinator dan Kepala Lembaga Non Departemen yang mengangkat tema Sinergi Pusat dan Daerah menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk merumuskan, mengimplementasikan dan sinergikan kebijakan tersebut di tingkat daerah



Arahan tersebut, lanjut Bupati juga penting untuk memastikan bahwa kebijakan di tingkat daerah harus selaras dengan kebijakan dan arahan pemerintah pusat".



Rakornas tersebut juga dihadiri  Ketua DPRD kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari, Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc, Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H dan Kepala Kejaksaan Negeri Bima Heru Kamarullah. Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tersebut juga dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus dan Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan.00

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat