MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

Semarak HUT ke-81 RI, Wali Kota Bima Buka Lomba Tingkat Kota

    Kota Bima Metro NTB

Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE., secara resmi membuka rangkaian lomba dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Bima. Kegiatan berlangsung meriah di halaman Kantor Wali Kota Bima, Rabu (12/8/2026).

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., Wadan Yon Brimob C Kompi Bima, unsur Forkopimda Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, para Asisten Setda Kota Bima, Staf Ahli Wali Kota Bima, seluruh kepala perangkat daerah se-Kota Bima, para camat dan lurah se-Kota Bima, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal.

Turut hadir Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, Kepala KSOP Bima, jajaran Kejaksaan Negeri Raba Bima, serta seluruh civitas Pemerintah Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk sejenak meninggalkan rutinitas kedinasan dan membangun suasana kebersamaan antarseluruh jajaran Pemerintah Kota Bima.

“Hari ini kita hadir dengan wajah yang berbeda. Biasanya kita memakai pakaian dinas dan membawa berbagai urusan kedinasan. Tetapi hari ini kita tinggalkan dulu urusan surat-menyurat dan disposisi. Mari kita tertawa bersama dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, kegiatan lomba bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi menjadi sarana mempererat kebersamaan, kekompakan, dan semangat persaudaraan di lingkungan Pemerintah Kota Bima.

“Kita membutuhkan semangat kebersamaan. Menang itu menyenangkan, tetapi menang adalah bonus. Kebersamaan kita jauh lebih penting,” tegasnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan penuh kegembiraan dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia menekankan agar hasil perlombaan tidak menjadi alasan untuk mengurangi semangat persaudaraan.

“Kalau kalah, jangan berkecil hati. Yang paling penting kita sudah bersama-sama, bergembira dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” pesannya.

Rangkaian pembukaan lomba berlangsung penuh semangat dan keakraban. Para peserta dari berbagai perangkat daerah dan unsur pemerintahan turut menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan yang telah dipersiapkan untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan pembukaan kemudian ditutup dengan pembentangan bendera Merah Putih oleh anak-anak TK Yakarim Kota Bima bersama para orang tua. Momen tersebut menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus menambah kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bima.

DPRD Kota Bima Apresiasi Groundbreaking Kolam Retensi, Dorong Penanganan Banjir dari Hulu hingga Hilir

    Kota Bima Metro NTB

Rilis Berita     
Kegiatan DPRD Kota Bima
Rabu, 05 Agustus 2026

 

Sekretariat DPRD Kota Bima, 5 Agustus 2026 — Anggota DPRD Kota Bima, Amir Syarifuddin, S.Hi., menghadiri kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) Kolam Retensi Amahami yang dilanjutkan dengan peninjauan Kolam Retensi Dae Lakosa, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, Sekda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala DLH, Camat Rasanae Barat, Lurah Dara dan Lurah Monggonao, serta unsur Forkopimda Kota Bima.

Amir Syarifuddin menyampaikan bahwa pembangunan kolam retensi merupakan langkah strategis dalam upaya mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi salah satu tantangan Kota Bima. Ia berharap keberadaan kolam retensi tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas dan berekreasi.

“Kita berharap kolam retensi ini nantinya bukan hanya menjadi infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Karena itu, ekosistem di sekitar kolam retensi juga harus dijaga dan ditata dengan baik,” ujar Amir.

Menurutnya, pembangunan kolam retensi harus ditempatkan sebagai bagian dari penanganan banjir secara menyeluruh, bukan berdiri sendiri. Penanganan di kawasan hilir perlu dibarengi dengan intervensi di wilayah hulu agar debit dan aliran air dapat dikendalikan sejak awal.

“Penanganan banjir tidak cukup hanya memperbaiki persoalan di hilir. Kita juga harus melihat keseluruhan sistemnya, mulai dari hulu sampai hilir. Karena itu, penanganan kawasan hulu menjadi harapan tersendiri. Konservasi, pengendalian aliran air, penghijauan dan penataan kawasan hulu harus menjadi bagian dari strategi besar penanganan banjir Kota Bima,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program pengendalian banjir membutuhkan sinergi lintas sektor dan kesinambungan program. Infrastruktur di hilir seperti kolam retensi, drainase dan normalisasi sungai harus berjalan seiring dengan upaya memperbaiki kondisi daerah tangkapan air di bagian hulu.

DPRD Kota Bima, lanjut Amir, akan terus mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada penyelesaian persoalan banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan ruang publik bagi masyarakat.

“Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat ganda. Banjir bisa dikendalikan, lingkungan menjadi lebih baik, dan masyarakat memiliki ruang publik yang sehat dan nyaman. Tetapi semua itu harus dijaga bersama, termasuk memastikan ekosistem di sekitar kolam retensi tetap terpelihara,” pungkasnya. *

 

Wali Kota Bima Serahkan Bantuan Saprodi kepada Kelompok Tani, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., menyerahkan bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) kepada sejumlah kelompok tani Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Jalan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Selasa (11/8/2026).

Wali Kota didampingi Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Dinas Pertanian Abdul Najir, sejumlah kepala OPD, camat dan lurah yang mendapat undangan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, mengatakan bantuan Saprodi merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat, baik melalui tanaman pangan, hortikultura, perkebunan maupun peternakan. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi komoditas seperti padi, jagung, kedelai, tembakau dan jambu mete.

Sementara itu, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan seluruh petani yang selama ini bekerja keras menjaga produksi pangan di Kota Bima.

“Petani bukan sekadar penerima bantuan, tetapi merupakan pelaku utama pembangunan pertanian dan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Wali Kota.

Ia menjelaskan, sektor pertanian masih memiliki posisi strategis. Berdasarkan data Potensi Desa BPS 2024, dari 41 kelurahan di Kota Bima terdapat 13 kelurahan yang mayoritas masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki basis masyarakat yang kuat. Kita juga memiliki dukungan infrastruktur, seperti 29 kelurahan yang memiliki saluran irigasi. Potensi ini harus kita kelola dan optimalkan,” katanya.

Wali Kota meminta kelompok tani agar memanfaatkan bantuan yang diberikan secara maksimal dan bertanggung jawab. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi saat ini, tetapi mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.

“Jangan melihat bantuan ini hanya sebagai pemberian pemerintah. Jadikan bantuan ini sebagai modal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan kelompok tani,” tegasnya.

Wali Kota juga mendorong Dinas Pertanian untuk terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani, termasuk dalam penggunaan teknologi, peningkatan kualitas produksi dan pemasaran hasil pertanian.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh dan kelompok tani agar pembangunan pertanian bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap bantuan Saprodi Tahun Anggaran 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima, meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong terwujudnya petani Kota Bima yang semakin mandiri dan sejahtera.

Wanita Dimuliakan, karena Manusia Pertama mengedukasi Generasi" Dijelaskan Juga Dalam Surat An nisa ?"

Bima Metro NTB
Perempuan dimuliakan karena mereka adalah ibu yang melahirkan generasi, pendidik pertama dalam keluarga, dan memiliki kedudukan yang setara dalam kemuliaan amal di sisi Tuhan. Dalam ajaran agama dan norma sosial, perempuan dijaga kehormatannya karena peran vital mereka sebagai penopang keharmonisan hidup serta pusat kasih sayang di masyarakat. 
Peran Penting Perempuan
  • Ibu (Madrasatul Ula): Menjadi sekolah atau tempat belajar pertama bagi anak-anak.
  • Kehormatan dijaga: Nilai kemanusiaan perempuan dilindungi dari perlakuan kasar atau merendahkan.
  • Setara dalam nilai: Derajat manusia dinilai dari kebaikan dan ketakwaan, bukan jenis kelamin. 
Islam memuliakan perempuan karena mereka dianggap sebagai makhluk mulia yang setara dengan laki-laki, dengan peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi. Jauh diatas rata rata  kekuatan  mengatur kehidupan keseharian yg sulit dilakukan oleh kaum laki laki"


 Islam memuliakan wanita dan menjaganya dari segala hal yang dapat menodai kehormatannya, menjatuhkan wibawa dan merendahkan martabatnya.

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat