MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

Walikota dan Wakil Walikota Bima Resmi Launcing Ppensa Olympiad Grond Top 2026

Walikota dan Wakil Walikota Bima Resmi Launcing Ppensa Olympiad Grond Top 2026

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima Resmi Launching Spensa Olympiad Grand Top 2026

Minggu 3 /5/2026

Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin SE dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofyan, SH, secara resmi membuka kegiatan Launching Perdana Spensa Olympiad Grand Top 2026 tingkat SD/MI se-Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu, yang digelar di SMP Negeri 1 Kota Bima, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah terkait, dewan pendidikan, pengawas pendidikan, kepala sekolah, para guru, orang tua peserta, serta ratusan siswa yang mengikuti kompetisi akademik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada SMP Negeri 1 Kota Bima beserta seluruh panitia penyelenggara yang telah menggagas ajang kompetisi akademik tersebut sebagai wadah pembinaan generasi muda sejak usia dini.

Menurutnya, Spensa Olympiad bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan generasi yang unggul, kompetitif, dan memiliki karakter kuat di tengah tantangan era global.

"Hari ini saya merasa bangga berada di tengah semangat luar biasa dari dunia pendidikan. Energi positif yang hadir dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar untuk menjadi generasi masa depan yang membanggakan daerah," ujarnya.

Wali Kota menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan dasar menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing. Karena itu, penguatan kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, serta pembentukan karakter harus terus menjadi prioritas bersama.

Ia juga menilai cabang lomba yang dipertandingkan sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, mulai dari Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, hingga IPA dan IPS.

"Setiap bidang yang diperlombakan memiliki peran penting dalam membentuk generasi hebat. Pendidikan agama membangun akhlak, bahasa memperkuat identitas dan membuka wawasan global, sementara sains dan matematika melatih logika serta kemampuan berpikir kritis," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi dalam mendampingi dan membimbing peserta didik.

Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak lepas dari peran guru yang terus menanamkan ilmu, semangat, dan harapan.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menjadikan kompetisi sebagai pengalaman belajar, bukan semata mengejar kemenangan.

"Jangan takut mencoba, jangan takut gagal. Prestasi lahir dari keberanian untuk terus belajar dan bangkit," pesannya.

Di akhir sambutan, Wali Kota Bima secara resmi membuka Spensa Olympiad Grand Top 2026 dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi gerakan bersama dalam melahirkan pelajar cerdas, berkarakter, dan siap membawa nama daerah hingga tingkat yang lebih tinggi.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional, sebagai momentum untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Bima .

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima Merupakan Rumah Sakit Rujukan Utama Diwilayah Bima dan Sekitarnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya.

Bima Metro NTB

 Sebagai institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD Bima memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, merata, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Dengan status sebagai rumah sakit  yang sudah setara dengan Rumah Sakit lain Se Nusa Tenggara Barat (NTB) insyaallah dalam waktu dekat menuju tipe yg diharapkan  , RSUD Bima terus berkembang dalam aspek pelayanan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan teknologi medis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang profesional dan terpercaya.


Kami melayani berbagai jenis layanan medis, mulai dari layanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, bedah, ICU, hingga layanan penunjang diagnostik dan laboratorium. Didukung oleh tenaga medis dan non-medis yang kompeten dan berdedikasi tinggi, kami hadir sebagai mitra kesehatan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan pasien.

Lebih dari sekadar tempat berobat, RSUD Bima berupaya menjadi ruang harapan bagi masyarakat. Setiap pasien adalah tanggung jawab kami, dan setiap keluarga yang datang kami sambut dengan empati dan kepedulian.

Disamping kebutuhan akan pelayanan  kesehatan  yg profesional  dan baik adalah merupakan tuntutan  kebutuhan rakyat, Bima dan sekitarnya.
Dalam pelayanan dan penanganan  penyakit masyarakat oleh paramedis ada hal hal yg perlu dijaga dan diperhatikan oleh padien dan keluarga pasien, yakni kenyamanan baik para medis maupun pasien, dijaga bersama, Ungkap Edi Keluarga pasien 


Srikandi Monggonao Kota Bima Ikut Memeriahkan Rimpu Mantika."

 Kota Bima  Metro NTB
Sejak Tahun 2024 silam, perempuan Monggonao Kecamatan Mpunda Kota Bima, hingga sekarang  ikut berpatisipasi memeriah pawai rimpumantika.
Kalau dilihat dari hitorisnya bahwa rimpu bagi kaum wanita Bima itu adalah  budaya religius  yg ditanamkan oleh orang tua terhadap ana anak perempuan yg akan keluar rumah  wajib menutup kepala menggunakan sarung atau kain tenun khas bima  tempo dulu sebelum ada sarung nggoli, sebagai bentuk muslimah menutup aura wanita menggunakan sarung tenun  Kafa Nae , Demikian penjelasan Nau Monggonao yg didampingi oleh Srikandi Atik  Suhani  usai lepas lelah  dari pawai rimpumantika tersebut.
Menurut  Ibu Nau, bahwa Rimpumantikan ini, sangat positif, dan cocok untuk dipertahankan oleh pimpinan daerah bima. Karena dijaman dulu, budaya malu bagi wanita untuk menutup kepala wajib bagi muslimah juga sebagai budaya malu tidak  menutup kepala dan satu satunya diNusantara  ada didana mbojo ( Tanah Bima).kata Nauuu.
Kami Ibu Ibu sekalipun tidak ikut, tapi bangga dengan Walikota  yg tetap mengagendakan kegiatan religius ini.
Sementara Kemeriahan Festival Rimpu Mantika 2026 yang diselenggarakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4/2026).Metro NTB net Festival Rimpu Mantika yang diselenggarakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4/2026) sukses menyita perhatian masyarakat. Hal ini terlihat dari membeludaknya jumlah peserta yang ikut memeriahkan rangkaian pawai rimpu. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Rimpu Mantika 2026, pawai diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pegawai pemerintahan, TNI-Polri, BUMN hingga masyarakat umum yang mengenakan busana adat. Mengusung tema “Preserving Culture and History”, festival itu diadakan dengan harapan tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga sebagai investasi masa depan. “Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan investasi masa depan dan mesin ekonomi rakyat,” tutur Walikota Bima A Rahman dalam Selasa (28/4/2026). Rahman pun menyampaikan bahwa masyarakat Kota Bima patut berbangga karena Festival Rimpu Mantika berhasil kembali terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Oleh karena itu, momentum tersebut dinilai harus dimanfaatkan sebagai panggung identitas, ruang ekspresi, serta mesin penggerak perekonomian masyarakat Kota Bima. “Rimpu sebagai warisan budaya perempuan Bima menjadi simbol peradaban, kehormatan, dan jati diri yang harus terus dijaga,” ungkapnya. Senada, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti juga turut mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dalam menyelenggarakan event Festival Rimpu Mantika 2026. Menurutnya, festival itu tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada masyarakat. Indah pun berharap, Festival Rimpu Mantika dapat terus dikembangkan sebagai pusat penguatan budaya dan ekonomi kreatif serta menjadi identitas kebanggaan masyarakat Kota Bima di panggung global. “Festival ini harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai kebanggaan daerah sekaligus daya tarik wisata,” ujarnya. Dukung Bima jadi kota kreatif Capaian Festival Rimpu Mantika 2026 juga direspons baik oleh perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Abdul Malik. Ia mengaku bangga menyaksikan kemeriahan festival tersebut yang terbukti berhasil menarik partisipasi masyarakat, khususnya di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Menurutnya, kekayaan tradisi dan budaya yang dimiliki Kota Bima bisa memberi peluang yang cukup besar bagi wilayah ini untuk ditetapkan sebagai salah satu kota kreatif berbasis budaya di Indonesia. Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah agar membangun kolaborasi lintas sektor demi memastikan festival tetap dilaksanakan sebagai agenda tahunan. “Tingkatkan kualitas festival ini dengan berkolaborasi dengan seluruh lintas sektor dan elemen,” harapnya. Ke depan, festival budaya ini diharapkan tidak sekedar menjadi hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi yang dapat menarik minat kunjungan wisata ke Bima. “Harus dijadikan daya tarik untuk menarik kunjungan wisatawan serta berdampak positif bagi pemerintah, jasa perhotelan hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Ekraf,” ucap Malik. Optimistis masuk KEN 2027 Melihat tingginya antusiasme warga, Ketua Panitia Festival Rimpu Mantika Firdaus optimis kegiatan tersebut akan kembali terpilih sebagai salah satu agenda KEN Kemenpar di 2027. Pasalnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi bagian dari upaya daerah dalam melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki, tetapi juga terbukti mampu mendongkrak ekonomi masyarakat lokal. “Selain menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal, Festival Rimpu Mantika juga mampu mendongkrak ekonomi kreatif,” ungkapnya. Selama empat hari pagelaran Festival Rimpu Mantika 2026, lanjutnya, ada banyak rangkaian kegiatan yang digelar, mulai dari atraksi budaya, pawai rimpu, fashion show, hingga bazar bagi pelaku UMKM. “Sejak masuk KEN Kemenpar, festival ini sudah tiga kali dilaksanakan di Kota Bima, dimulai tahun 2024, 2025, 
Hanya Fokus Jadi Pengawas dan Pembina," Mantan Kepala BPP  Tidak Niat Intervensi, Tugas Yg Bukan Kewenanganya."

Hanya Fokus Jadi Pengawas dan Pembina," Mantan Kepala BPP Tidak Niat Intervensi, Tugas Yg Bukan Kewenanganya."

Hanya Fokus Jadi Pengawas Pembina, " Eks Kepala BPP Wawo Tidak Ada Niat Untuk Interfensi Tugas Yg Bukan Lagi Kewenanganya." 

 BIMA,- Metro NTB

Mantan Kepala Balai Penyuluan  Pertanian ( BPP ) Kecamatan Wawo Beberapa waktu  lalu, sangat sadar bahwa dirinya  telah pindah  tugas menjadi pengawas, sehingga  akan fokus jadi pengawas dan pembina sebagaimana tugas dan tanggungjawab yg berika oleh  Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Tuduhan diri enggan meninggalkan BPP Kecamatan Wawo,itu semua tidak benar, hanya perasaan mu saja yg takut dengan bayanganmu sendiri mungki.

Hanya kebetulan saja saya ini sudah lama menjadi  petugas BPP dikecatan Wawo, wajar mampir, bukan tidak rela melepas jabatan,  sebat apa yg diamanatkan kepada diri ini, adalah amanah, bukan warisan , yg bisa seenaknya untuk dipertahankan , Sewaktu waktu amanat tersebut akan digeser dan diseleksi oleh alam , melalui tangan manusia.,  Diri ini sadar bahwa jabatan yg diemban akan diganti kapan saja  oleh siapa saja seperti yg terjadi DiBPP Wawo, " Setelah Saya Dia ." Menjadi Koordinator Penyuluh (Korluh), sekarang. , Dulu BPP.

Sesuai SK Kementrian  Republik Indonesia Emi Kusrini .S.ST. Sebaiknya fokus saja dengan tugas dan tanggungjawab yg diberikan, tidak  perlu terganggu, dengan kedatangan siapapun dikantornya,  apalagi merasa tergganggu dg aktivitas pekerjaan, mungkin itu hanya perasaan, takut dengan bayangan   mengada ada saja,? 

Kalau kedatangan orang dikantornya, termasuk kedatangan mantan atasanya, dianggap mengganggu dan merasa tidak tenang,  itu sangat keliru . 

"Sebaiknya dibuang jauh jauh persaan seperti itu jangan  prasangka tidak baik."

Sejak SK baru yang dikeluarkan oleh pihak Kementrian Pertanian RI terhitung mulai Januari 2026 lalu, mantan Kepala BPP Kecamatan Wawo tersebut  hanya fokus pada tugas dan tanggung hawab yg baru,  sebagai  CWS yang berlokasi di Kecamatan Woha Kabupaten Bima, dengan jabatan barunya Tim Kerja (Timker) Kecamatan yang bertugas sebagai Pengawas Pembina.Hal itu yg terlintas dalam pikiran, bujan intervensi tugas dan tanggungjawab  BPP Wawo, .

Karena sudah menyatu dengan Wawo, diakhir menjelang purna tugas atau oensiun , ya  kadang mampir dijantor BPP Wawo.

Kalau disimak  postingan media ONLINE Warta  yg melakukan konfirmasi kepada Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Bima, Ma,ruf, SP via Ponselnya menegaskan bahwa jabatan Ermi Rahmaniar itu sekarang tidak lagi menjadi Kepala BPP Kecamatan Wawo. Tapi tugas barunya sebagai Pengawas Pembina Tim Kerja (Timker) kecamatan  yang di SK kan oleh pihak Kementrian Pertanian ,

Demikian ilustrasi yg dirangkum hasil obralan dg  orang dekat Mantan Kepala BPP Wawo.

Pimpina Warta, melalui Hpnnya hanya menjelaskan bahwa telah ada pernyataan resmi dari  Pak Ma,aruf , tentang Erni  Rahmaniar, ya sudah jelas dan terang pindah tugas, katanya.


Emi Kusrini S.ST, yg ingin di


Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat